ALITA : BATTLE ANGEL
|||
Begitu melihat poster atau material promosi film ini, tentu saja yang langsung dapat disoroti adalah nama James Cameron .
James Cameron sendiri adalah produser dan sutradara dari 2 Film Paling Laris Di Dunia sampai saat ini, yakni dengan Titanic (1997) dan Avatar (2009) dengan masing-masing memiliki pendapatan $2,1B USD dan $2,7B USD . Disitulah kekuatan sebuah nama, tentu akan langsung terbayang akan se-spektakular apa film ini akan menjadi . Namun, perlu diingat bahwa James Cameron disini hanya berperan sebagai produser, bukan sutradara .
Alita bercerita tentang seorang cyborg bernama Alita yang kehilangan ingatan, dan berlatar di masa depan dengan tema post-apocalyptic . Alita sendiri merupakan sebuah adaptasi dari komik (manga) Jepang dengan judul Inggris Battle Angel : Alita . Meskipun belum membaca sumber nya, namun film ini tetap bisa dinikmat tanpa dirasa ada yang ganjil .
Film ini sendiri menyajikan hidangan efek visual yang luar biasa, detil-detil pada karakter Alita tergambar dengan sangat menakjubkan . Mulai dari pori-pori pada wajah Alita hingga rambutnya . Akting Rosa Salazar sebagi Alita patut diacungi jempol . Kita akan mudah memahami dan simpati terhadap kisah Alita .
Namun, Alita tidak sendiri . Dia tinggal bersama seorang "Dokter" Dryson dan berteman dekat , atau nantinya merupakan love-interest Alita yaitu Hugo . Latar tahun 2563 dimana dunia telah hancur akibat perang dengan bangsa Mars tergambar dengan cukup apik . Kisah mengenai Kota Langit Terakhir, Zalem dikemas masih dalam bayang-bayang alias belum digambarkan dengan jelas, mungkin saja disimpan untuk sekuelnya nanti .
Aksi yang tersaji dalam film ini memang sangat menghibur, film ini akan membuat kita senyum-senyum sendiri ketika menyaksikan kehebatan Alita dalam bertempur . Alita yang dikisahkan sebagai seorang pembela keadilan dikemas dengan menarik, terutama adegan-adegan bersama para "Hunter Warrior" . Karakter Alita yang doyan keributan dibuat sangat enjoyable dan menjadi sajian yang cocok untuk ditonton bersama keluarga . Adegan Motorball nya juga pantas dianggap sebagai klimaks visual dari film ini . Selain itu, gaya penceritaan dalam film ini juga cukup menghibur, terlebih dalam menceritakan para "Hunter Warrior"
Namun, terlepas dari aksi dan visualnya yang sungguh menghibur, film ini tak mampu menggali cerita lebih dalam . Drama-romansa yang terjadi antara Alita dan Hugo dirasa agak kaku, dan tidak perlu dibuat terlalu panjang . Skenario film ini masih perlu banyak dibenahi, skenario nya masih berpacu pada formula film aksi standar, dan tidak mampu menyajikan sesuatu yang baru dan spesial, yang mampu membedakannya dari film-film lain . Di babak akhirnya pun Alita terasa terseok-seok, film terasa dikebut supaya segera selesai dan adegan-adegan yang berpotensial dieksekusi dengan buruk, menjadi anti-klimaks . Untungnya, adegan terakhir film ini mampu tampil cukup "powerful" untuk menutup kekurangan-kekurangan film di babak akhir . Pada akhirnya, film ini merupakan tontonan yang menarik dan sangat menghibur serta ringan , namun bukan merupakan sajian yang pas bagi anda yang hobi menonton film berat dan berbobot karena film ini tentu tidak akan dicintai oleh para kritikus .
Alita : Battle Angel (2019)
⭐⭐⭐⭐ (8/10)

reviewnya menarik, jadi pengen nonton
BalasHapusSuka sekali dengan filmnya
BalasHapusVisualnya gilaa
BalasHapusLumayan bagus sih emang
BalasHapus